West Java, IndonesiaMon - Sat: 9.00 AM - 17.00 PM

Mengatasi Masalah Bocor pada Shockbreaker Mobilio

shockbreaker mobilio

Mengatasi Masalah Bocor pada Shockbreaker Mobilio

shockbreaker mobilio

Peran shockbreaker mobilio sangatlah penting dalam struktur suspensi mobil. Fungsi utamanya adalah untuk mengurangi guncangan berlebih yang timbul akibat pergerakan ban dan bagian lainnya dari mobil. Dengan kata lain, jika kita mengemudi tanpa shockbreaker, sensasinya akan serupa dengan naik jungkat-jungkit, dengan mobil terus-menerus memantul naik dan turun. 

Namun, dengan adanya shockbreaker, guncangan ini dapat diminimalkan sehingga pengalaman berkendara tetap nyaman. Sayangnya, setelah digunakan dalam jangka waktu tertentu, shockbreaker akhirnya mencapai akhir masa tugasnya. Tanda-tanda bahwa shockbreaker mulai melemah dapat kita rasakan dengan jelas. Umumnya, setelah melewati jalan yang bergelombang, mobil akan mengayun lebih banyak. Ini disebabkan oleh kegagalan shockbreaker dalam meredam pantulan dari per. Sehingga, ayunan mobil menjadi lebih banyak.

Ingin berkonsultasi terkait produk Bump Stop? Hubungi Kami di 0818950595

Selain itu, secara fisik, shockbreaker yang sudah lemah akan menunjukkan tanda-tanda rembesan oli pada bagian luarnya. Oli yang bocor menandakan bahwa shockbreaker sudah tidak lagi efisien dalam meredam pantulan dari per. Sebenarnya, fungsi meredam pantulan tersebut terjadi karena prinsip hidrolik pada oli dalam shockbreaker. Meskipun shockbreaker mungkin menggunakan jenis gas tertentu, tetap ada kandungan oli di dalamnya yang berfungsi untuk mengurangi dampak dari benturan.

Penyebab Shockbreaker Mobilio Bocor

1. Ban Mobil yang Sudah aus

Penyebab pertama dari kelebihan oli pada shockbreaker mobil adalah keausan pada ban yang tidak diperhatikan. Ban mobil yang sudah aus menyebabkan ketidakseimbangan antara sisi kiri dan kanan kendaraan. Ban yang aus sering memiliki permukaan yang bergelombang. Ketika kendaraan digunakan untuk berkendara dalam jangka waktu yang lama, beban kerja pada shockbreaker menjadi lebih berat. Ban yang sudah aus membuat kendaraan sulit untuk menjaga keseimbangan terutama saat berbelok.

Baca juga ini:  Kaki-kaki Nissan Livina Suka Bunyi Gluduk Gluduk? Gini Cara Atasinnya

2. Sering Menghantam Jalanan Berlubang

Kebocoran pada shockbreaker mobil biasanya terjadi karena seringnya kendaraan menghantam jalanan berlubang. Saat kendaraan mengalami benturan di jalanan berlubang, shockbreaker bisa mentok dan menyebabkan seal bergeser, mengakibatkan oli bocor.

Pastikan untuk memeriksa kondisi fisik shockbreaker secara rutin. Jika terdeteksi kebocoran, segera lakukan penggantian oli dan segel shockbreaker.

3. Shockbreaker yang Kotor

Kotoran juga dapat menjadi penyebab kebocoran shockbreaker mobil. Kotoran yang menempel pada bagian tiang shockbreaker dapat merusak segel karet dan menyebabkan kebocoran oli.

Jika ditemukan tanda-tanda oli bocor dari dalam shockbreaker yang mengalir keluar dari tabungnya, segera lakukan servis shockbreaker dengan mengganti oli dan segel yang rusak.

4. Usia Shockbreaker

Estimasi umur pakai shockbreaker bervariasi di setiap produsennya, tetapi umumnya berkisar antara 4-5 tahun. Umur pakai ini dapat menjadi panduan untuk melakukan pemeriksaan shockbreaker secara berkala. Shockbreaker pada mobil yang jarang digunakan dan hanya melalui jalan yang mulus, mungkin dapat bertahan hingga 10 tahun. Namun, pada mobil yang sering melewati jalanan berlubang dengan kecepatan tinggi, sebaiknya shockbreaker diganti setelah 3 tahun.

5. Muatan Berlebih

Penyebab kebocoran shockbreaker mobil lainnya adalah sering mengangkut muatan yang melebihi kapasitas. Hal ini akan semakin memperparah ketika kendaraan melalui jalanan yang rusak atau tidak rata. Sebagai hasilnya, mobil harus bekerja lebih keras untuk melewati medan tersebut. Shockbreaker yang berfungsi untuk menahan beban agar mobil tetap stabil dan nyaman juga akan terdampak oleh beban yang berlebihan.

Cara Mengatasi Shockbreaker Mobilio Bocor

Salah satu metode yang efektif untuk mengatasi shockbreaker mobil yang bocor adalah dengan membawanya ke bengkel. Sebagai langkah pencegahan, Anda dapat melakukan dua langkah berikut ini.

Baca juga ini:  Cara Memilih Shockbreaker Mobil Belakang yang Tepat

1. Menghindari jalanan berlubang

Agar shockbreaker tetap awet, disarankan untuk menghindari jalanan yang rusak atau tidak rata sebisa mungkin.Karena jalanan yang berlubang dapat menyebabkan shockbreaker mengalami kerusakan dengan cepat.

2. Rutin memeriksa kondisi shockbreaker

Walaupun terlihat remeh, masih banyak pemilik mobil yang mengabaikan pemeriksaan berkala kondisi shockbreaker. Padahal, tindakan ini sangat penting untuk mencegah kerusakan shockbreaker menjadi lebih parah jika mengalami kebocoran.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat mengatasi masalah shockbreaker mobil bocor dengan lebih efektif.

3. Menggunakan Bump Stop Protoflex pada shockbreaker Mobilio

Protolfex.id akan mengenali komponen yang disebut Bump stop, yang juga dikenal sebagai stopper shock. Bump stop ini umumnya dipasang pada batang shockbreaker dan memiliki peran penting dalam meningkatkan kenyamanan suspensi serta memperpanjang umur shockbreaker.

BACA JUGA: MENJAGA SHOCKBREAKER TETAP AWET DENGAN BUMP STOP

Tidak seperti bump stop bawaan pabrik yang umumnya terbuat dari karet (rubber), bump stop Protoflex menggunakan bahan microcellular polyurethane foam yang sering digunakan pada mobil-mobil mewah seperti BMW atau Mercedes Benz. Hal ini membantu menciptakan sensasi yang lebih nyaman dan lembut ketika melewati polisi tidur atau jalan berlubang. Apabila Anda tertarik dengan produk Protoflex Bump Stop, Anda dapat menghubungi dan berkonsultasi mengenai kebutuhan bump stop untuk kendaraan Anda melalui layanan pelanggan Protoflex melalui nomor Wa: 0818950595.

Leave a Reply

Shopping cart

0

No products in the cart.